Mengenai Saya

Foto saya
secuil kehidupan dengan segala ketidak jelasannya.Bersahabat dengan salah satu elemen kehidupan yang berupa air.gemar lantunan gugusan kecambah berirama.kemudian bergerak di ambang batasnya.menjadikan ketidakpastian sebagai hal terpasti mengenai dirinya.dan tidak akan menutup diri terhadap apapun.

Minggu, 11 Januari 2009

mengapa Soeharto dituduh sbg dalang G/30/S/PKI?

Salah satu hal yang sering dipergunjingkan tentang tragedi G 30/S/PKI adalah mengenai siapa dalang dari peristiwa tersebut. Banyak pendapat yang muncul atas pertanyaan tersebut. Setelah lengsernya Soeharto, banyak pihak menyatakan bahwa sebenarnya Soeharto lah dalang dari peristiwa tersebut.Namun tak akan ada asap bila tak ada api. Soeharto tidak akan dituding sebagai dalang G/30/S/PKI apabila tidak ada fakta-fakta yang mendukung pendapat tersebut.
Cerita yang beredar tentang tragedi G/30/S/PKI versi Soeharto menerangkan bahwa pada malam tanggal 30 September pukul 21.00 Soeharto beserta istrinya, berada di Rumah Sakit Gatot Subroto untuk menengok anak bungsunya, Tomy Soeharto yang tersiram air panas. Kira-kira pukul 22.00 Soeharto sempat menyaksikan Kolonel Latief berjalan di depan zaal dimana Tomy dirawat. .Pada pukul 00.15 Soeharto meninggalkan rumah sakit. Kira-kira pukul setengah lima pagi tanggal 1 Oktober, ia kedatangan seorang kameraman TVRI bernama Hamid. Hamid memberi tahu bahwa ia mendengar suara tembakan di beberapa tempat. Tetangga nya juga mengabarkan mendengar suara tembakan bertubi-tubi. Kemudian datang Broto Kusmardjo dan melaporkan kabar yang ia akui cukup mengagetkan yaitu mengenai penculikan beberapa Pati Angkatan Darat. Pukul enam pagi Letkol Sadjiman datang atas perintah Umar Wirahadikusumah. Ia melaporkan bahwa di sekitar Monas dan Istana banyak pasukan yang tidaj dikenalnya. Soeharto pun langsung bertolak menuju Markas Kostrad. Saat ia melewati Monas, ia mengaku melihat sendiri prajurit-prajurit yang berjaga di sekitar Monas. Di gedung Kostrad ia mendapat Laporan bahwa Bung Karno tidak jadi ke istana, tetapi langsung menuju Halim.
Pukul 07.00, Soeharto mendengarkan siaran RRI yang menyiarkan Gerakan 30 September yang dipimpin oleh Letkol Untun. Pada saat itu ia mengau kaget dan lansung teringat bahwa Letkol Untung adalah orang yang dekat dan sering melakukan rapat dengan PKI. Bahkan menurutnya Letkol Untung pernah menjadi didikan tokoh PKI, Alimin.
Pada saat itu Soeharto langsung mengambil tindakan pertama yaitu menyelamatkan batalyon yang dilibatkan dalam petualangan oleh Letkol Untung. Pada saat itu Letkol Alo Murtopo dan Brigjen Sabirin Mochtar melapor pada Soeharto bahwa Danyon 454 dan Danyon 530 tidak ada di tempat. Kemudian ia memerintahkan Letkol Ali Murtopo dan Brigjen Sabirin untuk menyuruh Wadanyon 454 dan 530 menghadap padanya. Setelah Wadanyon-wadanyon tersebut datang, Soeharto menanyai apa tugas mereka. Nyaris serempak mereka menjawab mereka bertugas mengamankan presiden karena akan ada kup dari Dewan Jenderal. Soeharto sedikit kaget mendengar kata ’kup Dewan Jenderal’. Kemudian ia memberikan keterangan pada Letkol Ali Murtopo dan Brigjen Sabirin bahwa pada saat itu Presiden Soekarno tidak berada di istana. Selain itu ia menegaskan bahwa tidak ada Dewan Jenderal. Yang ada adalah Wanjakti dan tidak mungkin ada rencana kup karena ia sendiri adalah anggota Wanjakti. Ia yakin gerakan Letkol Untung didalangi oleh PKI. Ia menganggap hal ini sebagai sebuah pemberontakan. Maka ia memutuskan untuk menghadapinya. Kemudian ia memerintahkan kedua Wadanyon untuk menyampaikan sarannya kepada seluruh anggota kesatuan mereka serta kepada komandan batalyon mereka. Dengan demikian Soeharto telah melucuti kekuatan Untung secara halus.
Pukul 09.15 ia mengadakan rapat staff. Dalam rapat itu ia memberikan penjelasan mengenai situasi dan siaran RRI pukul tujuh pagi itu. Ia menegaskan bahwa ia mengenal benar Letkol Untung. Ia menjelaskan pikirannya mengenai pernyataan Letkol Untung bahwa gerakannya seolah-olah hanya untuk menghadapi apa yang dikatakan Dewan Jenderal yang akan mengadakan kup sehingga mereka mendahului bertindak dengan menculik para pimpinan Angkatan Darat. Menurutnya hal ini bukan sekedar gerakan untuk menghadapi apa yang dinamakan Dewan Jenderal saja, melainkan lebih jauh untuk merebut kekuasaan negara secara paksa. Soeharto juga mengungkapkan pada para asistennya bahwa sebagai prajurit Sapta Marga seharusnya tidak hanya sekedar mencari keadilan tetapi juga seharusnya merasa terpanggil untuk menghadapi masalah ini karena yang terancam adalah negara dan Pancasila. Di akhir keterangannya ia memutuskan untuk melawannya. Ia berpendapat bahwa apabila tidak melawan ataupun menghadapinya, toh mereka akan mati konyol. Jadi akan lebih baik apabila mereka mati membela negara dan Pancasila.
Setelah Maghrib satuan RPKAD berangkat menyerang RRI dan TELKOM dipimpin Kapten RPKAD Heru dan Kapten Urip. Sementara Kolonel Sarwo Edhie menunggu di halaman Kostrad. Pasukan tersebut memasuki RRI dan gedung pusat TELKOM tanpa perlawanan. Menurut perkiraannya Anak buah Letkol Untung telah melarikan diri. Setengah jam kemudian Kolonel Sarwo Edhie menerima laporan radio bahwa RRI sepenuhnya telah dikuasai. Gedung TELKOM waktu itu dijaga ileh Pemuda Rakyat yang mengira bahwa pasukan yang datang adalah rekannya sesama pemberontak sehingga dengan mudah Pemuda Rakyat itu dapat dilucuti senjatanya.
Soeharto merasa cukup lega karena tidak sebutir peluru pun dilepaskan. Lalu Brigjen Ibnu Subroto dengan beberapa orang menuju RRI dengan membawa rekaman pidato Soeharto . Pidato tersebut berisi tentang penjelasan peristiwa G/30/S dan himbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. Lewat pidato itu pula ia menjelaskan bahwa ia adalah Pimpinan Sementara Angkatan Darat. Pada pukul tujuh tepat siaran pidato tersebut dikumandangkan.
Selain itu, pada masa orde baru beredar pula film tentang pengkhianatan PKI yang disutradarai Arifin C. Noer. Dalam film tersebut hal yang paling ditonjolkan adalah adegan penyiksaan terhadap enam Jenderal. Dalam durasi yang cukup lama penonton disuguhi dengan adegan menyilet, menyudut, dan mencungkil mata pahlawan revolusi. Penyiksaan dilakukan sambil menari-nari dan menyanyi.
Kabarnya film tersebut memang dibuat dari satu sudut pandang. Pada saat itu, tim periset film melakukan wawancara kepada Soeharto yang kala itu adalah Presiden RI, selama berbulan-bulan. Adegan penyiksaan yang ada dalam film tersebut pun dibuat sesuai dengan hasil wawancara dan koran-koran pemerintah saat itu.
***
Pasca tergulingnya orde baru, mulai bermunculan pendapat-pendapat dan kesaksian tentang tragedi G/30/S/PKI yang menyudutkan Soeharto. Pada akhrinya, beberapa orang menyimpulkan Soeharto adalah dalang dari tragedi tersebut. Salah satu hal yang peling mendukung pendapat ahwa Soeharto lah dalang dibalik peristiwa tersebut adalah kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan dalam cerita tentang tragedi G/30/S/PKI menueut Soeharto (versi Orba) .
***
Pada tanggal 21 September 1965, Kapten Soekarbi mengaku menerima radiogram dari Soeharto yang isinya perintah agar Yon 530 dipersiapkan dalam rangka HUT ABRI ke-20 pada tanggal 5 Oktober 1965 di Jakarta dengan perlengkapan tempur garis pertama. Setelah persiapan, pasukan diberangkatkan dalam tiga gelombang, yaitu tanggal 25,26, dan 27 September.
Pada tanggal 28 September pasukan diakomodasikan di kebun Jeruk bersama dengan Yon 454 dan Yon 328. Tanggal 30 September seluruh pasukan melakukan latihan upacara. Pukul tujuh malam semua Dan Ton dikumpulkan untuk mendapatkan briefing dari Dan Yon 530, Mayor Bambang Soepono. Dalam briefing tersebut disebutkan bahwa Ibu kota Jakarta dalam keadaan gawat. Ada kelompok Dewan Jenderal yang akan melakukan kudeta terhadap pemerintahan RI yang sah. Briefing berakhir pada pukul 00.00. Pukul dua pagi tanggal 1 Oktober, Kapten Soekarbi memimpin sisa Yon 530 menuju Monas. Di kompleks Monas mereka berkedudukan di depan istana. Pada saat itu, karena kedudukan mereka dekat Makostrad, pasukan pun sering keluar masuk Makostrad untuk ke kamar kecil. Karena tidak ada teguran dari Kostrad, berarti Kostrad tahu bahwa mereka ada di sana.
Pukul setengah delapan Kapten Soekarbi melapor pada Soeharto tentang keadaan ibu kota yang gawat serta adanya isu Dewan Jenderal. Namun Soeharto menyangkal berita tersebut.
Kapten Soekarbi sendiri mengaku tidak mengetahui terjadinya penculikan para Jenderal. Ia tetap merasa aman karena Pangkostrad Soeharto telah menjamin keadaan tersebut. Namun ia berpendapat bahwa Soeharto pasti lah tahu tragedi penculikan para Jenderal tersebut. Karena pada tanggal 25 September Kolonel Latief telah memberikan masukan tentang keadaan yang cukup genting tersebut kepada Soeharto. Jadi sebenarnya mustahil apabila Soeharto tidak mengetahui tragedi tersebut.
Yang patut dipertanyakan lagi adalah mengapa Soeharto tidak melakukan pencegahan terjadinya tragedi tersebut. Kebiasaan dalam militer, apabila ada gerakan yang disinyalir akan membunuh atasan akan langsung dicegah. Namun kenyataanya Soeharto tidak sedikit pun mengambil sikap. Padahal apabila ditelusur ia sangat mampu mencegah kejadian tersebut. Pada saat itu, mereka sedang mempersiapkan HUT ABRI. Kostradlah yang bertanggung jawab atas pelaksanaan acara tersebut. Jadi semua pasukan di Jakarta berada di bawah kendali Kostrad. Seharusnya Soeharto bisa memerintahkan pasukan untuk mencegahnya.
Dalam cerita versi Soeharto dan Orde Baru disebutkan terdapat pasukan liar di sekitar Monas. Kesaksian Kapten Soekarbi juga mematahkan pernyataan tersebut. Soeharto sendiri yang mengirimkan radiogram pada Kapten Soekarbi untuk mendatangkan pasukannya ke Jakarta. Tentunya ia mengenali pasukan siapa yang berada di Monas kala itu. Kostrad pun mengetahui kehadiran Yon 530. Namun pada kenyataannya Soeharto membiarkan pernyataan yang mengatakan bahwa terdapat pasukan liar pada saat itu.
***
Kejanggalan lain tampak dalam beberapa pengakuan Soeharto adalah pengakuan dan perkiraannya tentang kedatangan Kolonel Latief saat menjengu anaknya, Tomy Soeharto di Rumah Sakit Gatot Subroto. Dalam versinya ia hanya mengaku hanya melihat Kolonel Latief di zaal dimana anaknya dirawat. Namun kejadian yang sebenarnya adalah mereka sempat berbincang-bincang. Pada saat itu Kolonel Latief melaporkan bahwa besok pagi akan ada tujuh jenderal yang akan dihadapkan pada presiden. Namun pada saat itu Soeharto tidak bereaksi. Ia hanya menanyakan siapa yang akan menjadi pemimpinnya. Tapi dari hasil wawancara Soeharto dengan seorang wartawan Amerika, ia mengatakan”.......Kini menjadi jelas bagi saya, bahwa Latief ke rumah sakit malam itu bukan untuk menengok anak saya, melainkan sebenarnya untuk mengecek saya. Rpanya ia hendak membuktikan kebenaran berita , sekitar sakitnya anak saya, ......”.Sedangkan dalam majalah Del Spiegel (Jerman Barat) Soeharto berkata.”Kira-kira jam 11 malam itu, Kolonel Latief dan komplotannya datang ke Rumah Sakit untuk membunuh saya, tetapi tampaknya ia tidak melaksanakan berhubung kekhawatirannya melakukan di tempat umum.” Dengan demikian ada tiga versi yang dikeluarkan oleh Soeharto sendiri tentang pertemuannya dengan Kolonel Latief. Hal ini sangat lah memancing kecurigaan bahwa Soeharti hanyalah mencari alibi untuk menghindari tanggung jawabnya.
***
Penyajian adegan penyiksaan ke enam jenderal dalam film G/30/S/PKI ternyata juga dapat digolongkan sebagai salah satu kejanggalan cerita versi Soeharto. Serka Bungkus adalah anggota Resimen Cakrabirawa. Pada saat itu ia mendapat tugas ”menjemput” M.T Haryono. Ia turut menyaksikan pula penembakan keenam Jenderal di Lubang Buaya. Ia menyatakan bahwa proses pembunuhan keenam Jenderal tidak melalui proses penyiksaan seperti pada film G/30/S/PKI. Satu per satu Jenderal dibawa kemudian duduk di pinggir lubang setelah itu ditembak dan akhirnya masuk ke dalam Lubang. Serka Bungkus mengetahui adanya visum dari dokter yang menyatakan tidak ada tindak penganiayaan. Namun sepengetahuannya Soeharto melarang mengumumkan hal itu.
Selain itu salah satu dokter yang melakukan visum, Prof. Dr. Arif Budianto juga menyatakan bahwa tidak ada pelecehan seksual dan pencongkelan mata seperti yang ditayangkan dalam film. Memang pada saat dilakukan visum ada mayat dengan kondisi bola matanya ’copot’. Tapi hal itu terjadi karena sudah lebih dari tiga hari terendam bukan karena dicongkel paksa. Karena di sekitar tulang mata pun tidak ada bagian yang tergores.
Tentu kita tidak dapat menduga-duga apa tujuan dan motif Soeharto menyembunyikan hasil visum. Dalam hal ini ia terkesan ingin memperparah citra PKI agar dugaan bahwa PKI lah yang ada di belakang tragedi ini semakin kuat. Kebencian masyarakat pada PKI pun akan memuncak dengan melihatnya.
***
Satu hal yang paling menjadi kontroversi dari tragedi tersebut adalah banyaknya orang-orang yang dituduh mendukung PKI dan pada akhirnya dijebloskan ke penjara. Antara lain adalah Kolonel Latief, Letkol Heru Atmodjo, Kapten Soekarbi, Laksda Omar Dani, Mayjen Mursyid, dan masih banyak lagi. Kebanyakan dari mereka ditahan tanpa melalui proses peradilan. Orang- orang tersebut kebanyakan mengetahui bagaiman sebenarnya hal itu terjadi. Seperti contohnya Kapten Soekarbi. Ia ditahan setelaha membuat laporan tentang kejadian yang ia alami pada tanggal 30 September dan 1 Oktober 1965. Penahanan tanpa proses peradilan ini dapat disinyalir sebagai sebuah upaya yang dilakukan Soeharto agar saksi-saksi kunci tidak dapat menceritakan kejadian yang sesungguhnya pada khalayak. Ketakutan yang dialami Soeharto ini tentunya justru semakin memperkuat anggapan bahwa dialah dalang di balik peristiwa G/30/S/PKI.

87 komentar:

  1. sumbernya dari mana nih? wahhh.. inspirasimu...

    BalasHapus
  2. banyak yang melupakan bahwa Kejadian G30S itu terjadi juga di Jogja dimana terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap dua pejabat teras Danrem 072/Pamungkas yaitu Danrem Kol. Katamso dan Kasrem Letkol Sugiyono.

    Yang terjadi di Jogja jelas2 sebuah usaha perebutan kekuasaan dengan cara menghabisi pimpinan militer Jogja dan secara sepihak mendirikan Dewan Revolusi Jawa Tengah yang didukung oleh orang2 PKI.


    mengenai kesaksian ex Serka Bungkus pun dengan mudah dipatahkan.

    ex Serka Bungkus mengatakan bahwa tidak ada penyiksaan terhadap para korban, semua korban dibawa dengan baik ke pinggir sumur lalu ditembak, semua hening hanya terdengan suara kokok ayam dan tangis bayi..

    coba bandingkan dengan ini:
    kesaksian Agen Tk. II (prajurit dua, pangkat paling rendah) Polisi Sukitman, pengawal Guest House yang tetanggan dengan rumah D.I Panjaitan yang ikutan ditangkap oleh pasukan penculik D.I Panjaitan.
    seorang prajurit rendah yang tidak tahu apa2 pun mengatakan bahwa suasana saat itu mencekam dan menakutkan, bahkan sakit menakutkannya dianalogikan olehnya "seandainya saya disilet, mungkin tidak akan keluar darah (saking pucatnya)".
    Dia mendengar teriakan2 "ganyang kabir", lalu "yani wis dipateni" (yang dia sendiri ngga tau apa maksut dan artinya karena dia sendiri adalah orang sunda)

    lalu saat pengadilan ex mayor Gatot sukrisno (komandan pasukan pringgondani, yaitu pasukan cadangan di lubang buaya tempat terjadinya peristiwa pembunuhan) yang mengakui bahwa sebenernya Lettu Pierre Tendean sudah diketahui bahwa dia bukan jenderal Nasution dan berencana untuk dilepaskan, namun karena kondisinya sudah parah, maka akhirnya dia ikut dihabisi.
    Seandainya memang tidak terjadi penyiksaan, kenapa Lettu Tendean tidak dilepaskan, padahal diakui sendiri bahwa mereka sudah tau bahwa itu bukan jenderal nasution.

    BalasHapus
    Balasan
    1. berapa banyak jendral zaman suharto yang berbohong bahkan dengan nama allah demi keamanan dan kenyamanan, apalagi prajurt dgn pangkat terendah sangat mudah utk di atur suharto. hal kecil gk bisa jadi alasan membenarkan kobohongan yg sudah didoktrinkan puluhan tahun. yg bisa dijadikan argumen adalah data garis besar yg tak terbantahkan seperti radiogram soeharto diatas

      Hapus
    2. saya sangat Sepakat Dengan Saudara Aditya .. Sejarah Yang nyata , Ada Usaha Ingin Memutar balikan Sejarah , Ada Usaha Indikasi Bahwa PKI beserta Jajaranya Tidak Seperti kesaksiaan Nyata , Yaitu Bahwa PKI itu tidak sadis , Dan Kesaksian polisi Dengan pangkat Rendah Sukitman yg Memergoki kejadian Tersebut adalah Karangan belaka , Dan adanya Usaha Bahwa keterangan Jendral Besar nasution Murni Kebohongan , Inilah Yg di Bangun Oleh PKI Saat ini , PKI saat ini sedang Mencoba Bangkit , Sedang Memutar arah Fakta , Agar mereka diterima masyarakat , , Sangat Berbahaya , Yg selalu bilang PKI tidak kejam Seperti Aslinya , Dapat Di indikasi Sdh Ter Doktrin .. Mari rapatkan Barisan .. Kita Sama sama Menjaga Sejarah agar Tetap Asli Dan Nyata , Jangan Biarkan Luka lama Terbuka Kembali ..

      Hapus
    3. Lettu pierre tendean, meskipun dah diketahui bukan Jendral nasution, dihabisi jg supaya ngga ada saksi mata yg bisa cerita kejadian yg trjadi sebenarnya di lubang buaya. krna tendean udah terlanjur dibawa k lobang buaya.. gmn sih

      Hapus
  3. makasih...
    ternyata gitu tuh cerita yang selama ini ga pernah diajarkan oleh guru sekolah maupun buku-buku pelajaran.

    setidaknya polemik seperti ini harus lebih disebarluaskan lagi ya...

    ogh ya... ada juga polemik G30S/PKI ini dengan beberapa versi, seperti:
    1.Soekarno
    2.Soeharto
    3.PKI
    4.Konspirasi AD dgn Inggris
    5.Perpecahan dalam AD
    6.Campur tangan CIA

    cman informasi 4-6 blumt dapet.

    makasih...
    informasinya keren

    BalasHapus
  4. cukup bagus OCHA, tapi andai (untuk menghilangkan tendensi subjektif) bisa ditampilkan pula dari sisi lainnya, termasuk dari keluarga Suharto, Soekarno, korban, pelaku, dll.
    sehingga pembaca bisa menilai sejarah secara objektif.
    lumayan sih, untuk referensi sejarah

    BalasHapus
  5. Mungkin ada tambahan nie dari saya yang bisa meyakinkan Soehartolah Dalang G30S PKI:

    Bagaimana mungkin PKI yang merupakan Partai Politik mampu membunuh para Jenderal AD sementara saya lihat pengawalan seorang Jenderal itu sangat ketat bahkan saya berpikir membunuh Prajurit Tentra biasa saja bukan hal yang mudah karena mereka punya keterampilan dalam berperang dan jangan lupa mereka di bekali Senapan Serbu, apalagi seorang Jenderal sudah bisa di bayangkan.
    Bagaimana mungkin Soeharto yang merupakan Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (KOSTRAD) tidak menjadi sasaran gerakan G30S PKI, perlu di ingat KOSTRAD merupakan kekuatan inti komando mandala dalam tugas oprasi trikora, posisinya sangat berbahaya jika tidak di lenyapkan.
    Soeharto pernah mengakui bahwa pada malam 30 September 1965 sehabis pulang dari rumah sakit dia melihat kumpulan prajurit berseragam dan bersenjata lengkap, dia kemudian pulang kerumah dan tidur katanya dan tidak menghiraukan mereka, ini pengakuannya sendiri loh kepada wartawan, saya berpikir ko aneh ya kenapa tidak menemui mereka dia kan Jenderal, sementara dia tau pada saat itu tidak ada tugas Pengawalan atau apapun sedang apa mereka kalo menurut saya.
    Sebelum 30 September 1965 Soeharto mendatangkan prajurit di bawah kendalinya dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur secara besar-besaran ke Jakarta yang katanya untuk memperingati hari ABRI tanggal 5 Oktober 1965 padahal mereka di datangkan sebelum 30 Oktober 1965 (Mereka ini lah nantinya yang membantai semua PKI di jakarta), saya berpikir kalo memperingati hari Abri ngapain jauh-jauh sebelum tanggal 30 September 1965 sedangkan hari ABRI itu tanggal 5 Oktober.
    Di dalam buku sejarah dan juga banyak saksi hidup mengatakan bahwa pada pagi hari tanggal 1 Oktober 1965 para prajurit di bawah kendali Soeharto sudah bersiap-siap di sekitar monas dan bersenjata lengkap sementara pada saat itu tidak ada tugas pengawalan atau semacamnya, pikiran saya pribadi Bagaimana mungkin Soeharto mengirimkan prajuritnya pagi-pagi sekali di sekitar monas dengan bersenjata lengkap kalo dia tidak tahu bakal terjadi G30S PKI, sedangkan pada saat itu kan alat komunikasi terbatas, mana ada yang punya HP.
    Bagaimana mungkin Soeharto bisa langsung mengetahui bahwa pelaku G30S PKI itu di dalangi PKI sementara dia mengakui sendiri bahwa pada tanggal 1 Oktober 1965 pagi dia baru bangun tidur.
    Mengapa Soeharto menuduh Bung Karno dan Kabinetnya terlibat dalam G30S PKI yang katanya ingin melakukan KUDETA (Pengambil Alihan Kekuasaan yang Syah) sementara pada saat itu kan Bung karno adalah Presiden seumur hidup dan merupakan Pemimpin Besar Revolusi, pandangan orang bodoh seperti saya adalah Bagaimana mungkin seseorang Mengkudeta dirinya sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. maap anda dpt fakta atau itu menurut dugaan anda sendiri..yg bermain dblakang itu adalah PKI

      Hapus
    2. Banyak buku buku yang mengungkap semua ini.. banyak baca.

      Hapus
    3. ini Salah satu Yg sudah Ter Doktrin , Dan Berbahaya , Sejarah jangan Di putar balikan , Jelas Pernyataan Korban Saksi Hidup , Jendral Besar AH Nasution .. Dan Kesaksian Anak Anak Jendral Yg Terkait , PKI Lah Yg Merencanakannya tanpa Sepengetahuan BUNG KARNO , Pki Mendengar Kabar Yg tidak Jelas dari mana bahwa Ada Kegiatan Liar yang dibangun Oleh Revolusi dewan Jendral , Maka dengan demikian , Aidit Beserta jajaran Nya Mengutus Kolonel Untung dan Latief dengan Sebagian Pasukan Cakrabirawa Untuk Mengamankan Dewan jendral Tersebut , Hal Ini sangat Jelas Berdasarkan Kesaksian Yang bersangkutan Sebagai Pelaku .. Pada Hal Praktik nya sangat Berbeda dari yang di Harapkan , Ternyata Ada Peristiwa pembunuhan , Tentunya Jauh dari yg di harapkan Letkol Latief .. coba Anda Cari Sejarah Berdasarkan Fakta , Jangan Anda Putar balikan , Ini Sejarah , KEJI SEKALI ANDA SAMPAI BERPOLITIS PRAKTIS DALAM SEJARAH ..

      Hapus
  6. menurut saya ceritanya mirip dengan film Valkrie, atau mungkin memang seperti itu >:)

    BalasHapus
  7. Soeharto dijaman Revolusi sudah merupakan Soeharto yang culas (wilson obrigados, orang-orang berlawan)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya betul pendapat anda, jika tidak culas maka tidak akan mungkin berkuasa 32 tahun

      Hapus
    2. Sepertinya betul pendapat anda, jika tidak culas maka tidak akan mungkin berkuasa 32 tahun

      Hapus
    3. Bagaimana pendapat anda dengan presiden soekarno yang mengangkat dirinya menjadi presiden seumur hidup ?

      Hapus
  8. waduhh panjang ceritanya
    Padahal ane males baca wkwkwk

    tapi yang pasti
    Soeharto bener dalang dari g30s PKI
    Dia memerintah Kopasus untuk membunuh Jendral-jendral/ pahlawan Revolusi, dan memfitnah PKI yang membunuh pahlawan pahlawan revolusi
    Padahal PKI tak tahu apa-apa.
    Emang bener-bener ahli strategis.
    Kaya filmnya Valkrie dan XXX The Next Level.

    Ohh ya, ane mau download video acara nya KICK ANDY yang pas anak/cucu dari pahlawan revolusi dan PKI nyeritain tentang g30s PKI
    ada yang tau gak link nya???

    BalasHapus
    Balasan
    1. org peristiwanya tdk hny di jakarta di jogja faktnya pun jendral2 itu jg ada yg dibunuh PKI..anda bilang PKI gk tau apa2 wakowakokwkwkw lucu brooo..namnya partai komunis di mana pun jg targetnya jelas merebut kekuasaan dan mendirikan negara komunis..jelas saja mereka bicara PKi tdk terlibat itu mereka hendak cuci tangan

      Hapus
    2. yg terpenting dari segalanya adalah Komunis bisa lenyap dari tanah air Indonesia

      Hapus
    3. yg terpenting dari segalanya adalah Komunis bisa lenyap dari tanah air Indonesia

      Hapus
    4. Hebat kali itu pki bisa bunuh tentara sbg alat negara yg punya senjata. Wkwkwkkkk... cerita oh cerita.

      Hapus
    5. Jika PKI benar tidak Terlibat , Mengapa Letnan Pierre Tendean , Pada saat Itu di Lubang buaya , Telah Diketahui Bahwa Dia Bukan Nasution , Masih Tetap Di siksa Bahkan Di Biarkan Mati , Padahal Pasukan Liar Yg Sdh Disusupi PKI pada saat Itu Jelas Mengetahui Bahwa Telah Terjadi Salah Tangkap , Salah Target , Bukan Jendral Besar Nasution Melainkan Ajudan nya Yaitu Pierre Tendean .. Dan Jika Tdk Terlibat , Mengapa Letkol Latief Pada saat malam hari sebelum Kejadian Menemui soeharto Atas Perintah Kolonel Untung Yang Dimana Memastikan Bahwa Soeharto sedang Tidak Berdaya Dikarenakan Anak nya masuk Rmh sakit , , Benarkah Tujuan Mereka mendatangi Ingin Membunuh soeharto ?? Tapi Karena di Tempat umum , Jadi Di tunda ??? Jelas ini instruksi Khusus Aidit sebagai Pemimpin PKI .. DIMANA AIDIT PADA SAAT ITU ?? JIKA TDK TERLIBAT ??? DAN JIKA BENAR PKI ITU TDK SADIS , BAGAIMANA DENGAN KESAKSIAN MURNI ANAAK PARA JENDRAL YG MATI TEBUNUH DAN KESAKSIAN MURNI JENDRAL BESAR A.H NASUTION ???? SEPERTINYA PKI ADA INDIKASI MEMBANGUN USAHA OPINI BAHWA SELURUH KETERANGAN KESAKSIAN ITU BOHONG KAH ???

      SANGAT KEJI .. SELAMAT ANDA TELAH MEMUTAR BALIKAN FAKTA .. DAN ANDA SECARA TDK LANGSUNG TELAH MELAWAN UNDANG UNDANG DENGAN KOMENTAR ANDA YG TER INDIKASI MEMBELA PKI , DENGAN MENYATAKAN BUKAN PKI DALANGNYA .. , ANDA MELANGGAR HUKUM DAN UNDANG UNDANG , BACA , CERMATI DAN PAHAMI UU , UUD 1945 SUPAYA ANDA MENGERTI

      Hapus
    6. Nah ... Ini nih,yang bikin saya ngakak. Dibalik kesadisan PKI , ternyata punya belas kasian,ketika melihat korbannya (Soeharto)tidak berdaya karena si Tomy Soeharto sedang dirawat di rumah sakit. Dan yang lebih janggal lagi. PKI tidak mau menculik Soeharto gara gara berada di tempat umum. Aneh bener bener bikin saya ngakak sengakak ngakaknya

      Hapus
    7. PKI otaknya, tentara tukang eksekusi, soehato membiarkan, trs mulus dah jd presiden, dr sebuah kejadian, yg licik pasti yg dpt keuntungan

      Hapus
    8. Itu bukan kopassus yg nyulik bos, tp tjakra birawa alias pampres... Pimpinan ny kolonel untung yg 1 leting sama suharto, knp suharto gk di culik? Supaya jika untung tetangkap, ia berharap suharto dpt membantu membebaskan dia, tp knyataan ny suharto tidak mau menyelamatkan kolonel untung, dan memerintahkan habisi yg bersangkutan dgn pki..

      Hapus
  9. klo memang anda memfitnah soehato..berikan bukti fakta sejarah yg benar2 dipercaya bukan krn dugaan sementra..dalang G30s/PKI adalah PKI itu sendiri....sudah rahasia umum dari dlu PKI hendak merebut kekuasaan...fakta di bunuh nya sejumlah jendral adi daerah jogja(kemusuk) jg bukti tidak terbantahkan klo PKI memang hendak merebut kekuasaan..krn hny 7 jendral itu yg punya pengaruh kuat di lingkaran istana,

    BalasHapus
    Balasan
    1. pernah tau hasil visum jenazah ke 7 pahlawan revolusi?? kmu ga bisa menarik pki salah,mengingat gentingnya situasi saat itu

      Hapus
    2. PKI unggul dalam membuat Fitnah, dan sekarang sasaran Fitnah ditujukan kepada soeharto, wajar karna atas Jasa Soehartolah PKI bisa ditumpas, hanya saja keturunanya masih banyak yg hidup, siallll..

      Hapus
    3. PKI unggul dalam membuat Fitnah, dan sekarang sasaran Fitnah ditujukan kepada soeharto, wajar karna atas Jasa Soehartolah PKI bisa ditumpas, hanya saja keturunanya masih banyak yg hidup, siallll..

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    5. doktrin kuat PKI ialah Revolusi Mental , Mereka Selalu Membangun opini , Selalu Menyerang , Dan Menyebarkan Fitnah , Seperti Menyerang Dewan jendral , Seperti membangun Opini Menyerang Ulama Ulama Di jatim dan Sebagian Besar Pesantren Jawa tengah .. PkI Sangat Ahli dan Canggih dalam Membuat OPINI sesat , Yang Mengadu Domba Masyarakat , Ini Salah Satu Bahaya nya PKI .. Dapat Mempecah Belah Bangsa , Bahkan Tubuh Akabri pun dapat di pecah belah Oleh PKI ,

      Ketahuilah Karena Pada Rezim Bung karno , AKABRI dapat izin untuk berpolitik Praktis .. Ini yg berbahaya .. DIERA ORBA AKABRI TIDAK BOLEH BERPOLITIK PRAKTIS KARENA MENGINGAT TAKUT TERULANG DISUSUPI POLITIS YG MEMBAHAYAKAN BANGSA ...

      Hapus
  10. SALAH SATU DOKTRIN AJARAN PKI ADALAH PEREBUTAN KEKUASAAN DG KEKERASAN ..itu mmg udah doktrin jd dimana2 komunis pasti ada pertumpahan darah

    soal suharto terlibat itu sngt subyektif krn dilihat dari skenario sisi siapa yg menceritakn ..tp pahami dl bahwa perebutan kekuasaan dg kekerasan itu adalh doktrin ajaran KOMUNIS

    BalasHapus
  11. wahhh seru nih,,, ikutan yah,,,
    kalo menurut saya, setelah membaca tragedi ini ( dr berbagai sumber). suharto tidak terlibat langsung dlm rencana kudeta PKI, dan bukanlah "dalang" dlm tragedi (pembantaian dewan jendral) ini. namun secara pasti soeharto mengetahui rencana ini sebelumnya dan memanfaatkan situasi itu untuk mengambil alih kekuasaan secara tidak langsung. dalang tragedi pembantaian ini (menurut saya) adalah PKI dan para perwira menengah yg termakan isu "dewan jendral" dr mulut petinggi PKI.

    BalasHapus
  12. Hanya tuhan yg maha tau atas semua kejadian itu...
    Atau para saksi dari yang melakukan sejarah tersebut dimintai keterangan dengan sejujur jujurnya tanpa ada kebohongan...

    BalasHapus
  13. semua kisah dari sudut pandang masing2 + dibumbui fanatisme...

    BalasHapus
  14. Tidak perlu di tanyakan siapa dalang nya,yg terpenting kita ikhlas menerima semua ini, dan juga untuk di jadikaan pelajaran yg sangat penting.
    Kita doakan saja para pahlawan revolusi kita, biarlah Allah yg mengadili nya.

    BalasHapus
  15. Kalian mau tau dalang nya ????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????? Ya tentu saja manusia wkwkwkwkwkwk

    BalasHapus
  16. Aneh. 25 September berarti Letjen Ahmad Yani dkk masih hidup.

    Dan sebagai PANGAD, mestinya beliau tahu kondisi genting di Jakarta. Mengapa bukan PANGAD langsung yang turun tangan? Fitnah kudeta Dewan Jenderal itu bukan main-main.

    BalasHapus
  17. Memang sudah baca buku nya "Keterlibatan CIA di balik pemberontakan G30S PKI? Fuck

    BalasHapus
  18. Masa lalu biarlah menjadi masa lalu,jangan menyalahkan orang lain,semua perbuatan ada balasanya,setiap diri adalah pelaku sejarah yang akan dikenang anak cucu,jadilah pahlawan menurut kemampuan masing-masing,perjuanganmu akan dikenang.

    BalasHapus
  19. Hanya tuhan suharto soekarno dan orang2 yang terbunuh yang tahu kebenaranya

    BalasHapus
  20. Banyak Versi tentang G/30. kalau cerita Bohong pasti selalu ada yang tumpah tindih/Kontrofersi/dan menimbulkan banyak pertanyaan.... cerita diatas juga sama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang jelas cerita PKI adalah cerita karangan hingga dalam satu kejadian di jawab dengan banyak jawaban..

      Hapus
    2. sepertinya selalu memutar balikan Bung umar hehehe jangan jangan anda pro PkI ya ??? anda berkomentar PKI tdk terlibat bukti nya mana ?? tidak bisa Membuktikan ??? berarti Anda PRO PKI ?? , anda telah melanggar undang undang , jelas, coba pahami buka lagi Undang undang , Uud 1945 , jelas PKI partai terlarang ..

      Hapus
  21. PKI yg terorganisir baik yg bahkan mndapat tempat sbgi partai politik di era soekarno,,, bisa semudah itu terprovokasi atau diperalat ol seorg soeharto. Kemungkinan lain dri info2 ttg soeharto yg kontroversial itu, bhw sbgi petinggi militer, soeharto berusaha membersihkan diri sbgi pimpinan militer yg hrs ikut bertanggung jawab atas kekacauan saat itu. Sikap2 kontroversial soeharto itulah sebagian dijadikan alat/bahan utk menjatuhkan soeharto di ORBA. Kemungkinan,,,.

    BalasHapus
  22. secara grand design, indonesia mau ga mau masuk ke dalam peta geopolitik perang dingin antara blok barat dan blok timur..karena wilayah indonesia dilihat dari berbagai parameter sangat strategis dalam pengembangan idealisme masing2 blok, kaya raya, posisi geografisnya strategis, dll..itu dulu, baru masuk go thru detailnya yang terjadi di indonesia..yang mana ga mungkin seseorang atau hanya sebuah partai dari suatu negara yang baru merdeka beberapa dekade langsung punya garis faham politik yang sudah terplanning dari a sampe z.
    kata pak guru sejarah jaman sekolah, "belajarlah dari sejarah". sekarang tugas kita memperbaiki dan menjaga akhlak kita agar tetap nasionalis dan tenggang rasa yang saat ini mulai tergerus, dengan berlandas pada pancasila, dengan tetap menjaga koridor sesuai ajaran agama.
    kita doakan saja semua korban dari bangsa ini dimudahkan jalannya Di alam sana.
    stop di adu domba, please tunjukin data dan literatur yang kredibel dalam menyajikan ataupun komentar, please lebih kritis dalam menyikap suatu paparan sudut pandang sampai kita tau sumber otentiknya, mari lebih nasionalis dan hilangin ego kesukuan.. smoga indonesia kedepannya lebih maju dan bermartabat.

    BalasHapus
  23. Semua sudah diseting...
    Ada otak ada aktor...
    Yg jelas situasilah yg membuat otak menggerakkan aktor untuk mencapai apa yg diinginkan otak...
    Jd ada yg dimanfaatkan untuk merebut kekuasaan...
    Pada mulanya berawal adanya isu Dewan jendral...
    Jelas PKI merasa tampuk pimpinan Nasional terancam karna PKI anak kesayangan soekarno jd wajib melindungi.
    Nah inilah yg dimanfaatkan otak untuk mengerakan PKI menculik dewan jendral. Setelah dewan jendral dihabisi maka otak menuduh aktor (PKI). Maka dihabisi pulalah aktor yg sebagai saksi kunci. Disinilah terlihat bahwa otak memiliki posisi strategis dia tdk bermain secara langsung. Namun memanfaatkan situasi setelah dewan jendral habis dan pimpinan nasional lemah karna PKI sudah dihabisi maka dengan mulus sedikit polesan dia tampil sebagai pahlawan dan merebut pimpinan nasional... namun apapun itu sebaiknya menjadi pelajaran dan berhati-hati bahwa tidak s3mua anak bangsa cinta bangsa ini ada yg mabuk dengan tawaran asing dan mengorbankan bangsa ini.

    BalasHapus
  24. Bicara mengenai Gestapu....gak ada habis2 nya....mengungkap sejarah sangat baik....tapi alangkah lebih baik lagi... Kita bertanya pada diri kita """"hal apa yg sudah kita perbuat untuk bangsa ????....

    Jadikan sejarah lama sebagai motivasi untuk memajukan bangsa.... Ukir sejarah baru untuk bangsa kearah yg lebih maju,sejahtera dan berbudaya....

    BalasHapus
  25. Artikel yang menarik Gan!!!

    Buruan Gabung Sekarang Juga dan Dapatkan Bonus Hingga Jutaan Rupiah disetiap Harinya Hanya di raja poker

    BalasHapus
  26. Komunis tidak cocok di indonesia...sudah jelas pki itu ingin mendirikan negara komunis di indonesia...contoh lainnya madiun affair...sekarng koq malah mau mutar balikan fakta.....untuk anak cucu pki jangn dendam lah..kita sudah memaafkan orang tua dan kakek kalian..wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komunis sangat gak cocok buat idealisme bangsa ini, mungkin liberalis atau kapitalis paling pantas, atau gak satanis mantap tu, biar sekalian jd negara biadab aja, ngaku org beragama akhlak kyk setan, membunuh org hal biasa, maen hakim sendiri jd kebanggaan, korupsi jd mata pencairan, suruh ngikutin syariat agama d bilang teroris, NKRI HARGA MATI

      Hapus
  27. Jangan cepat menarik kesimpulan terhadap satu cerita bro...apalagi kita faham bahwa banyak versi tentang cerita PKI.....dan jangan ketika membaca satu cerita langsung membullly habis yang menjadi fokus cerita.....terlepas dari dari terlibat tdk terlibat Soeharto....tapi mari kita hargai hasil kerja beliau yang membertantas PKI....katakanlah utk menjaga nama beliau...tetapi hasilnya PKI ngga berkutik di zaman soeharto....Ingat loh...PDI-P partai yang beraviliasi denga Faham Komunis meskipun ideologi partainya Pancasila, lihat berapa banyak kader PDIP dari kalngan PKI.....dan masa kebolehan PKI jadi DPR muncul sejak zaman Gus Dur...dia yang ,membuka keran kebebasan...saya kawatir ini propaganda pihak atau partai yang beraviliasi dengan PKI utk mencuci otak kita agar menghujat Pak Harto...bahkan membakar semangat kita agar menolak penobatan Soeharto sebgaai Pahlawan....Banyak versi tentang Peristiwa 65....bahkan ada versi lain yang mengatakan bahwa Soeharto sebenarnya pada malam 1 Oktober sudah menelpon Jendral Nasution dan Yani bahwa akan ada gerakan..namun kedua jendral tidak percaya....Ada versi yang menagatakan Soekarno sesunggunya yang mengamini gerakan 65 sehingga keluar ungkapan soekarno bahwa peristowa itu hanya riak kecil jalan sejarah permesta....ada versi yang menagatakan Kenapa Soekarno selalu memebela PKI karena hanya PKI yang senantiasa memberi bisikan ke soekarno bahwa banyak jendral yang sudah tidak loyak kepada soekarno, makanya akan dijemput utk dihadapkan ke presiden...namun dilapangan ternyata perintahnya berubah....jadi meurut saya kita....kita ni..rakyat..tunggu saja ..akan ada saatnya cerita sesungguhnya akan muncul...sebab sekarang ini saya pribadi terus terang tidak ada satupun berita yang dapat dipercaya meskipoun itu dari anak mantan presiden sekalipun,,,sebab mereka semua punya kepentingan untuk kekuasaan....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju. Terlepas dari suharto terlibat atau cuci tangan, PKI tetaplah kejam dan sadis. PKI emang pintar membuat cerita fitnah, coba saja lihat. Bung karno saja percaya pada PKI bahwa ada dewan jendral, kalaupun memang para jendral tidak disiksa, dari hasil visum nya terdapat banyak luka tembak. Logisnya deh, emang membunuh itu tidak kejam? 1 tembakan lalu di masukkan dan di tumpuk di dalam lubang buaya itu gak langsung mati? Kok sampai harus di tembak berkali2? Saya ada nonton di TV One wawancara anak jendral A. Yani yang menceritakan kejadian malam G30S bagaimana PKI memperlakukan ayah mereka seperti hewan, belum lagi pengakuan istri jendral Nasution sampai anaknya Ade Irma Nasution meninggal tertembak oleh PKI. PKI itu memang kejam, terlepas perintah suharto atau bukan, mereka juga pandai membuat fitnah. Hati2 mungkin juga ini artiket propaganda agar PKI bisa naik daun "lagi" di era sekarang. Karena saat ini semua orang bebas berpendapat dengan kecanggihan tekhnologi yang ada. Perkara suharto salah atau benar biar Allah yang mengadili, tapi yang terpenting kita jangan mudah di goyahkan oleh bibit2 muda PKI yang bermunculan. Wallahualam bi shawab

      Hapus
    2. Yg jelas negara ini sedang dlm krisis moral, jgn balik2 k thn 65, skrg aja manusia indonesia lebih kejam dr tragedi 65, merkosa anak2, pencuri perampok makin marak, korupsi meraja lela, nyari makan susah, harga brg makin tinggi, pada nyadar gak, disodorin panggung sandiwara elite politik sedikit dah pd lupa ingatan, sekarang negara ini kayak apa, bobrok

      Hapus
  28. apapun versinya, apa mau indonesia jadi negara komunis? trus itu komunis teriak2 HAM, emang ga ingat mereka membantai ulama2 di jawa dan orang2 yg berseberangan dgn mereka.

    BalasHapus
  29. Kata Hitler saya sisakan sedikit Yahudi agar kalian paham kenapa saya menghabisi nya.
    Kata Suharto saya sisakan sedikit PKI agar kalian paham mengapa saya menghabisi nya.

    Sekarang kita paham warga Indonesia perpaham komunis memang membuat kacau NKRI, setelah tumbang rezim orde baru mereka mulai bangkit menyusun kekuatan agar Garuda sakti Pancasila di ganti menjadi palu dan arit. Ingat gan penyesalan itu datang'a di akhir bukan di awal klu ente berpikir menggunakan logika sertailah dgn algoritma jangan main vonis Suharto itu adalah dalang G30SPKI, fakta'a Suharto itu pahlawan penumpasan PKI dan kesalahan Suharto karena tidak mengeksekusi semua PKI, sampai PKI bangkit lagi dan mencoba merubah sejarah

    BalasHapus
  30. Kita hrs jujur dlm hidup ini,gunakan akal dan lisan dgn benar, krn Alloh Pemberi akal dan lisan kita,akan MENGHADAPI pengkhianatan kita, perilaku menyimpang kita, akal kita, Pemberian-Nya.. Kita diberi kedudukan pemimpin dunia..dan kita ada tanggung-jawab kpd Baginda Yang Mulia Presiden, Pemimpin Tertinggi kita.

    BalasHapus
  31. Yang bilang suharto bukan dalangnya. Yang bilang pki keji, yang bilang jgn putar balikin sejarah. Lo pada udah kecekok sama otak pintarnya si dalang hahaha

    BalasHapus
  32. Maaf sebelumnya jika kurang berkenan. Sebelumnya saya sempat cari tau kapan peristiwa itu terjadi. Dan setelah saya lihat di kalender (Kamis,30 September 1965). Dari situ terlepas dari polemik prahara 65, para Jendral meninggal pada malam yang baik, yaitu malam Jum'at.
    Saya melihat dari sudut pandang religi kususnya saya sebagai muslim. Terima kasih

    BalasHapus
  33. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  34. Logikanya yg dipakai untuk menganggap pki tdk bersalah adalah bagaimana mungkin mereka para jendral mampu dibunuh oleh orang biasa(pki)..
    Ya jawabannya bukankah pelaku penculikan mereka jg dipimpin oleh militer(letkol untung, latif dll).. PKI saat itu jg berkuasa di pemerintahan.. DN aidit dll.. sedangkan kekuatan politik biasanya justru lebih kuat dr militer untuk masalah pembuatan kebijakan.. militer seringkali hanya dijadikan kendaraan politik..

    Lalu jika peristiwa 65 bukanlah kup dari PKI.. marilah kita bicarakan lagi tentang pemberontakan PKI 48 di madiun yg bisa digagalkan..

    Berbagai cerita sejarah juga menjelaskan kekejaman pki.. bukan hanya pd tahun 65 saja..

    BalasHapus
    Balasan
    1. terlepas dari keji atau tidaknya PKI,saya masih bersikeras bahwa PKI tidak boleh ada di Indonesia karena PKI tidak sesuai PANCASILA.Dan kesalahan Soekarno yang sangat jelas terlihat adalah IDE NASAKOM yg tercetus oleh beliau.Bagi saya NASAKOM adalah hal yg mustahil dan terbukti dengan G30SPKI.

      Hapus
  35. terlepas dari siapapun itu dalang nya..yg penting Tuhan masih sayang dengan rakyat indonesia..bayangkan kalau indonesia jd negara komunis..ente2 orang mungkin gak ada yg kasi komentar skrng ini..pahammmm gakk

    BalasHapus
  36. Menurut pendapat saya sih, penyiksaan para jendral itu sih fakta, lepas dari siapa dalangnya. Tragedi tsb terjadi karena kondisi yg tidak kondusif,pada saat itu. Tahun 1999, saya pernah baca bahwa Soeharto dalang dari semuanya, tapi agak krg percaya sih,karena saat itu dia ga lebih tinggi dan berpengaruh dibandingkan A. Yani yg jadi korban. Jadi bagi saya,Soeharto cm ambil kesempatan aja saat itu,dan ada yg bilang kalau penculikan tsb sdh diketahui Soekarno yg mana saat itu menjabat sebagai presiden,(malahan isunya beliau yg memerintahkan utk diculik,tapi tdk dibantai),logikanya kalau presiden aja ga berusaha mencegah dan tidak memerintahkan untuk bertindak buat apa bertindak?
    Ketika Soeharto sdh menjabat menjadi presiden,byk pihak2 yg heran kan,kok tiba2 bisa jadi presiden. Untuk mengamankan status, dan menjabat 32 tahun byk hal yg dilakukan (baik positif dan negatif)
    Saya pribadi ga mau PKI bangkit lagi,karena bukti2 dan saksi2 kekejamannya udh banyak. Semua pemimpin dari zaman Soekarno sampai Jokowi punya kelebihan dan kekurangan masing2,jangan sampai kita terpecah belah gara2 isu ini,tetap bersatu supaya tidak dipengaruhi,dan mempertahankan Pancasila

    BalasHapus
  37. Jika ingin meluruskan sejarah, maka jadi lah orang yang netral berdasarkan sumber2 yang benar dan itu pun harus melalui penelitian yang cukup lama untuk mengetahui kebenaran suatu sejarah yang akan diluruskan. Pelurusan sejarah tidak bisa didapatkan dari satu sumber melainkan dari berbagai sumber dan bisa dibandingkan serta dikaitkan dari satu ke sumber2 lain sampai final kemudian dilakukannya penarikan kesimpulan.

    BalasHapus
  38. Pki dan para partisipanx itu itu kejam lagi pendusta seperti pendustax artikel bangsat ini.
    Anjing.....

    BalasHapus
  39. Yang beranggapan PKI tidak kejam buka "jejak sejarah g30s pki tv one" biar kalian tau bahwa pki jauh lebih kejam dari apa yg kalian tonton selama ino

    BalasHapus
  40. Kontroversi mengenai terlibatnya Soeharto dan benar tidaknya semua korban dibunuh hanya oleh pasukan cakrabirawa di lobang buaya (tidak ada ormas2 pki yg membunuh dan menyiksa), yg jelas semua manusia yg berkepentingan secara politis yg terlibat dimasa itu dah meninggal semua. buat ap dikorek2 lg.. mau diusut2 kebenaran yg sesungguhnya untungnya dimana? Mau minta pertanggung jawaban sama siapa? org2 nya dah Almarhum semua.. jadi apa ada untungnya buat kemajuan bangsa? biarkn semua itu mnjadi sejarah bgi bangsa kita biar kjadian srupa tidak terulang. Sejarah bkn utk dilupakan apalagi utk dilurus2kn dgn tujuan yg ngga jelas apa manfaatnya.. tetapi utk dikenang agar bs lebih mawas diri supaya kejadian serupa tidak terulang. lebih baik berkreasi bekerja dgn baik menyongsong masa depan.. demi pribadi, keluarga dan bangsa Indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah ini pendapat yg sehat dan benar. Tinggal ditambah dg semangat berketuhanan. Siip sudah

      Hapus
  41. Wah menarik sekali....
    Pandangan saya. Kalau benar suharto Dalangnya, kita patut berterimakasih padanya .yang pasti dia telah menyelamatkan Pancasila dan Indonesia dari Kekejaman Komunis...Komunis tetaplah komunis yang harus selalu kita waspadai...ingat perebutan kekuasaan oleh komunis tidak terjadi pada 30s 65 masih ada tragedi sebelumnya

    BalasHapus
  42. Wah menarik sekali....
    Pandangan saya. Kalau benar suharto Dalangnya, kita patut berterimakasih padanya .yang pasti dia telah menyelamatkan Pancasila dan Indonesia dari Kekejaman Komunis...Komunis tetaplah komunis yang harus selalu kita waspadai...ingat perebutan kekuasaan oleh komunis tidak terjadi pada 30s 65 masih ada tragedi sebelumnya

    BalasHapus
  43. Ada beberapa versi mengenai hal ini : http://www.mylifejourneystory.com/2017/09/siapa-dalang-dibalik-peristiwa-g30s-1965.html

    BalasHapus
  44. Pernyataan tertulis aidit untuk soekarno tentang G30S sebelum dihukum mati apakah sudah diketahui?? Kalau sudah.ada yg tau link yg bahas pernyataan itu gak? Penasaran banget sama pernyataan aidit, knpa gak diijinin buat menyampaikan ke soekarno.mohon info ya. Krena aku bener2 penasaran banget dg peristiwa G30S ini, maklum kan banyak fajta yg baru terungkap, jd kepo. Hehe...

    BalasHapus
  45. Menurut saya pki dan suharto sama2 terlibat tapi dengan peran dan taktik mereka sendiri..saat itu suharto ingin berkuasa begitu juga pki ingin mengganti ideologi bangsa..tinjau pki madiun dan tinjau supersemaret..kiranya jadi rekomendasi bagi penulis dan bembaca selalian..

    BalasHapus
  46. Dari semua artikel yang saya baca sebelum nya saya mempunyai satu buah asumsi sendiri tentang kejadian G/30s/PKI , dan asumsi yang saya pendam sekian lama tentang cerita ini terpecahkan oleh artikel oChaa yg saya baca barusan...
    Timbul pertanyan di benak saya kenapa NEGARA kita tidak mengusut masalah ini sampai setuntas tuntas nya...
    Apa permasalahan nya????

    BalasHapus
  47. Hala klo nurut aku, apapun alasanya, yang jelas PKI tidak perlu ada di negri yg berbudaya dan beketuhanan ini.klo mau jadi paham komunis pindah ke rusia sana. Nenek moyang kita BERKETUHANAN.

    BalasHapus
  48. JADI ada ataupun tidak ada G3s-pki. Aku rasa PKI memang gak akan bertahan di negri ini. Krn emang gak sesuai dg kepribadian dasar bangsa kita yg penuh religi.

    BalasHapus
  49. Paham komunis sangat bersebrangan dg kepribadian bangsa kita. Itulah klo mau jelasnya

    BalasHapus
  50. Peristiwa 1965 bisa dikatakan persaingan politik antara tni dan pki, tni yg berazas pancasila dan pki yg berpaham komunis, keblunderan pemimpin pki makanya tahun 1965 pembantaian pemimpin dan simpatan pki,

    Bagaimana dengan simpatisan pki seprti buruh dan tani yang tidak terlibat?

    Jawabannya salah masuk tim

    Intinya politik era 65 tni menang, pki tumbang

    Untuk penulis yg beranggapan pak soeharto terlibat bagaimana dengan kejadian pki tahun 1926 dan 1948

    BalasHapus
  51. kakek saya cerita. dia ngomong kalian banyak omong kosong. ngontok kyk dpr

    BalasHapus
  52. Sampai kapanpun PKI tetap menjadi musuh NKRI dan umat Islam, bagaimanapun alibi orang PKI untuk memutarkan cerita, rakyat Indonesia sdh tahu bahwa PKI itu sangat tidak beradab... tidak ada alasan untuk membenarkannya...

    BalasHapus